Review Anime Assassination Classroom: Misi untuk Membunuh Guru

review anime assassination classroom

Anime yang membahas mengenai sistem pendidikan di Jepang masih belum banyak. Karena itu, ketika anime Assassination Classroom tayang, banyak animelovers yang menyambutnya dengan antusias. Apalagi anime ini membawakan kombinasi antara drama, aksi, dan komedi.

Untuk kalian yang penasaran dengan serinya, rubrik Review kali ini akan membahas ulasan singkat mengenai animenya. Jadi untuk kalian yang masih ragu menonton seri ini, bisa makin yakin setelah membaca review singkat ini.

Review Anime Assassination Classroom: Sinopsis

review anime assassination classroom

Anime ini mengisahkan murid kelas 3-E dari SMP Kunigigaoka yang harus membunuh guru mereka, seorang monster yang pernah menghancurkan setengah bulan. Sebelum Bumi mengalami hal yang sama, mereka harus segera membunuh Koro-sensei; guru mereka.

Masalahnya Koro-sensei tak sembarang monster, ia bisa terbang dengan kecepatan cahaya, belum lagi dengan otak yang encer, sehingga menjadi hal yang mustahil untuk membunuhnya. Tak butuh waktu lama bagi siswa kelas 3-E bahwa Koro-sensei ternyata punya cara mengajar yang baik.

Kelas 3-E merupakan kelas buangan dari SMP Kunigigaoka, sehingga kelas mereka berada di tempat yang terpisah dari bangunan utama sekolah. Dengan hadirnya Koro-sensei, mereka bisa mendapatkan pengajaran yang tak kalah baik dengan siswa di kelas utama.

Perlihatkan Cara Mengajar yang Baik

review anime assassination classroom

Terlepas dengan genre aksi dan komedinya, anime ini juga memperlihatkan mengenai cara mengajar yang baik. Murid kelas 3-E yang dianggap buangan ternyata tidak bodoh, mereka hanya punya kemampuan yang berbeda. Dengan bimbingan yang tepat, mereka bisa mengembangkan dirinya dengan baik.

Koro-sensei sebagai guru tak hanya menjadi protagonist, ia juga menjadi anti hero. Dialah yang bertanggung jawab meledakkan bulan dan membuatnya berbentuk bulan sabit selamanya.

Koro-sensei juga menawarkan diri untuk dibunuh oleh semua pemerintah dunia, namun dengan syarat ia bisa mengajar di kelas 3-E hingga akhir tahun. Sebab pada waktu tersebut, Koro-sensei akan meledakkan Bumi dan membunuh dirinya sendiri.

Meski terlihat lucu dan baik, Koro-sensei ternyata menyimpan masa lalu yang kelam. Dengan motif tersebut, ia pun bertekad untuk mengajar di kelas 3-E dan meledakkan Bumi nanti. Terlepas dari niatnya tersebut, ia berhasil membawa kelas 3-E menjadi murid yang tak lagi diremehkan di SMP Kunigigaoka.

Visual Art, Soundtrack dan Aspek Produksi

blank

Review anime Assassination Classroom selanjutnya membahas aspek produksi. Mengenai masalah teknis, anime ini cukup rapi, baik untuk urusan suara, gambar, hingga aspek produksi. Studio yang menggarap anime ini, Lerche Studio, berhasil membawakan dua musimnya secara apik.

Tak ada penurunan kualitas produksi selama dua musim tersebut; visual art yang decent dan serupa dengan source-nya, pengisi suara yang bisa menghidupkan karakter, serta op-end song sekaligus BGM yang terselip secara rapi.

Jika sudah menonton animenya, kalian akan sadar bahwa musim pertama dan musim kedua punya vibe yang berbeda. Untuk musim pertama, ada nuansa seru dan lucu melihat keseharian Koro-sensei dan muridnya. Sedangkan musim kedua menjadi lebih gelap dengan pengungkapan berbagai misteri.

Review Assassination Classroom: Verdict

Seri ini akan jadi tontonan menarik jika kalian ingin mendapatkan anime komedi, aksi, dan ‘sedikit serius’. Meski secara tak langsung, anime ini juga menyindir sistem pendidikan di Jepang yang terlalu kaku dan memberikan beban besar pada murid.

Anime ini juga berhasil memberikan keseimbangan yang sempurna untuk scene komedi dan air mata. Setiap karakter juga terlihat hidup, walaupun tak semuanya mendapatkan development character yang mendalam. Dengan review anime Assassination Classroom ini, semoga kalian makin yakin menonton animenya.