Nama Jepang: Aturan dan Budaya di Dalamnya

blank

Nama Jepang terdengar khas karena mengombinasikan nama marga dan nama pemberian. Tak hanya itu, nama dalam budaya Jepang juga memiliki makna dan arti yang penting bagi sang anak. Serupa dengan Indonesia, nama di Jepang juga berisi harapan dan doa orang tua.

Pemberian nama di Jepang tak boleh sembarangan, meski tak ada aturan yang mengikat mengenai masalah ini. Untuk kalian yang ingin tahu lebih lanjut mengenai sistem penamaan dalam bahasa Jepang, simak penjelasannya berikut ini ya.

Penggunaan Nama Belakang

nama jepang

 

 

Di Jepang, nama keluarga akan diletakkan di bagian depan, sedangkan nama pemberian akan ada di belakang. Hal ini berbeda dengan Indonesia, beberapa suku memang menggunakan marga, namun mereka meletakkannya di bagian belakang nama pemberian.

Misalnya nama dari tokoh anime terkenal, Naruto. Naruto punya nama lengkap Uzumaki Naruto, Uzumaki adalah nama marga atau keluargaya, sedangkan Naruto adalah nama asli atau pemberian orang tua.

Dalam beberapa kasus, ada nama Jepang yang memiliki nama tengah. Jika kalian menemukannya, bisa jadi pemilik nama tersebut punya orang tua yang salah satunya bukan orang Jepang. Kemungkinan lain, ia besar di luar Jepang.

Kalau kalian hendak pindah ke Jepang dan punya nama tengah, sebaiknya sertakan nama tersebut dalam paspor dan semua dokumen legal sejenis. Banyak yang bermasalah di kemudian hari karena nama mereka berbeda dengan dokumen resmi.

Penggunaan Karakter dalam Nama

nama jepang

1. Huruf Kanji

Mayoritas nama Jepang ditulis menggunakan huruf kanji. Huruf ini punya makna yang berbeda meskipun cara membacanya sama. Ada juga kanji yang cara membacanya sama, namun arti dan penulisannya berbeda.

Misalnya ‘yuki’ yang artinya salju, bisa ditulis menggunakan kanji bahagia, bisa juga menggunakan kanji salju. Cara lain menuliskannya adalah dengan kombinasi kanji lain yang terbaca ‘yu’ dan ‘ki’.

2. Kombinasi Huruf Hiragana, Kanji, dan Katakana

Selain menggunakan kanji, nama juga bisa menggunakan huruf hiragana atau katakana, atau kombinasinya.  Jika nama menggunakan huruf hiragana, maka tak akan ada yang tahu makna nama tersebut. Tapi ada keuntungannya, nama tersebut tak akan salah ketika ada yang membacanya, karena huruf hiragana tidak beragam seperti kanji.

Hal yang sama untuk katakana, biasanya penggunaan nama ini untuk orang asing yang menetap di Jepang. Meski begitu, belakangan penggunaan nama dengan katakana untuk warga lokal juga meningkat.

Karakter Khusus untuk Gender

nama jepang

Beberapa huruf kanji punya ketentuan khusus, misalnya hanya bisa digunakan untuk laki-laki atau untuk perempuan saja. Jadi ketika masuk sekolah, sang guru bisa langsung membedakan bahwa murid tersebut laki-laki atau perempuan hanya dari namanya saja.

Contohnya untuk laki-laki, biasanya kanji untuk namanya memiliki citra yang kuat dan tangguh. Misalnya ‘takeshi’, ‘mamoru’, atau ‘isamu’, ketiganya punya makna sama, yakni pejuang atau seseorang yang kuat.

Nama untuk laki-laki juga bisa menggunakan tambahan huruf O di belakangnya. Beberapa contoh nama tersebut adalah ‘tetsuo’ atau ‘akio’. Karakter lain yang menjadi ciri khas nama laki-laki adalah ‘rou’, yang bisa kalian temukan dalam nama ‘jirou’ atau ‘tarou’.

Sedangkan untuk perempuan, namanya lebih condong menggunakan kanji yang punya arti feminim. Beberapa nama yang akan sering kalian temukan untuk perempuan adalah bebungaan, seperti ‘hana’ atau ‘kanon’. Tambahan karakter ‘mi; juga sering dipakai perempuan, misalnya ‘emi’, ‘mio’, atau ‘misaki’.

Itu dia penjelasan nama Jepang dan bagaimana aturan serta budaya di belakangnya. Semoga membuat kalian makin tertarik mendalami budaya dan bahasa Jepang ya!