Budaya Tatemae Di Jepang, Cara Terbaik Sembunyikan Kata Hati

blank

Budaya tatemae di Jepang tentu masih asing jika kalian baru mengenai kultur budaya negara ini. Sebenarnya tatemae sudah mengakar secara turun temurun, sehingga tiap orang Jepang terbiasa melakukannya.  Bahkan sudah jadi semacam kewajiban untuk melakukannya.

Tatemae merupakan perilaku masyarakat Jepang yang menyembunyikan perasaan asli mereka, terutama di depan publik. Sebagaimana public façade, mereka akan berperilaku baik sebagaimana norma dan aturan yang sudah ada.

Tak heran, kalian akan melihat hampir semua masyarakat Jepang terlihat ramah dan sopan. Tapi kadang hal tersebut bukan apa yang mereka ingin untuk katakan atau lakukan. Untuk tahu lebih lengkap mengenai budaya tatemae, yuk simak penjelasannya berikut ini.

Mengapa Harus Melakukan Tatemae?

budaya tatemae di jepang

Jepang memiliki kultur negara yang mendahulukan kepentingan kelompok atas kepentingan individu. Karena alasan inilah perlu upaya agar hubungan antar orang bisa berjalan lancar. Cara yang bisa masyarakat Jepang lakukan adalah dengan melakukan tatemae.

Dengan tatemae, mereka akan memperhatikan hubungan antar orang sekaligus memperhatikan perasaan orang di sekitarnya. Ini terlihat jelas ketika masyarakat Jepang lebih memilih untuk tak menganggu orang lain dan memilih bersifat formal dan sopan.

Mereka juga lebih memilih diam dan tak mengatakan apa yang mereka pikirkan. Tujuannya agar tak ada pihak yang merasa tak marah atau tak enak. Contoh jelasnya bisa kalian lihat pada acara nomikai atau minum – minum.

Kebanyakan pegawai di Jepang akan bersedia ikut nomikai, apalagi jika yang mengajak senior atau atasan. Padahal dalam hati mereka tak ingin berangkat. Masyarakat Jepang melakukannya supaya tak ada konflik yang mungkin terjadi.

Benturan Budaya dan Kesalah Pahaman

blank

Budaya tatemae di Jepang memang memiliki tujuan yang baik. Namun bagi orang asing, ini bisa jadi benturan budaya yang kontras. Karena sering menyembunyikan perasaan dan berpura – pura baik, banyak orang asing jadi salah paham.

Ada anggapan bahwa masyarakat Jepang merupakan orang yang hipokrit atau bermuka dua. Padahal kebudayaan tatemae memang sudah turun temurun dalam kultur Jepang. Meski memiliki budaya yang berbeda, namun sikap kita sebaiknya tetap saling menghormati.

Kalau kalian punya teman warga asli Jepang dan sering meminta kalian untuk mampir ke rumah, sebaiknya pertimbangkan baik – baik sebelum sungguhan datang. Bisa jadi tawaran yang mereka berikan hanya sekedar basa basi, bukan benar – benar ingin mengundang kalian.

Apakah Masyarakat Jepang Bisa Berkata Jujur?

budaya tatemae di jepang

Setelah mengetahui budaya tatemae, apakah kalian mulai berpikir jangan – jangan selama ini masyarakat Jepang tak bisa berkata jujur. Ternyata mereka tetap bisa berkata jujur kok. Tatemae yang mereka miliki bisa sedikit longgar kalau kalian sudah berteman dekat.

Di Jepang ada istilah honne yang artinya isi hati. Dalam kultur Jepang, honne juga dikatakan sebagai kejujuran atau pikiran diri. Honne juga bisa diterjemahkan sebagai opini, pemikiran maupun hasrat. Inilah yang menjadi kebalikan dari budaya tatemae.

Kadang kalian bisa lihat sifat asli seseorang ketika sedang mabuk, biasanya topeng tatemae yang mereka miliki akan hancur. Bisa jadi apa yang mereka katakan adalah honne atau isi hati mereka sendiri. Tapi bukan berarti kalian bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk hal – hal yang tak sopan ya.

Itu dia penjelasan singkat mengenai budaya tatemae di Jepang. Menyembunyikan isi hati dan opini sudah jadi budaya tersendiri disana. Jadi jangan kaget kalau kebanyakan teman Jepang kalian tertutup ya.