Bahasa Wibu Watashi, Apa ya Artinya?

blank

Bahasa wibu watashi tentu sering kalian temui, sebagai kata ganti pertama, ‘watashi’ menjadi pilihan kata ganti paling populer dibanding kata gantu lain. penggunaan ‘watashi’ juga memperlihatkan bahwa penggunanya merupakan pribadi yang sopan.

Tentunya pengaplikasikan ‘watashi’ dalam kalimat tak bisa sembarangan. Agar bisa mengaplikasikannya dengan baik, tentunya harus paham aturan dan penggunaannya. Berikut adalah arti dari ‘watashi’ dan pilihan kata ganti lain yang bisa kalian gunakan.

Arti dan Aturan Bahasa Wibu Watashi

Penyebutan ‘watashi’ umumnya jauh lebih bebas dibandingkan kata ganti promina yang lain. Tak hanya wanita, pria pun juga bisa menggunakan kata ganti ini. Sifatnya yang formal bisa kalian gunakan untuk berbagai situasi, mulai dari percakapan bisnis, santai, hingga kasual.

Agar bisa menggunakan promina ini, kalian harus memahami bagaimana peletakannya dalam sebuah kalimat. Umumnya ‘watashi’ digunakan di awal kalimat untuk menjelaskan topik pembahasan. Setelah menggunakan ‘watashi’, tambahkan ‘wa’ sebagai kata penghubung orang pertama. Terakhir, tambahkan keterangan atau kalimat yang menjelaskan situasi atau informasi yang ingin kalian sampaikan.

Perbedaan Watashi, Ore, Atashi Dan Boku

Bahasa wibu watashi

Bahasa wibu watashi memang populer, tapi ternyata ada kata ganti pertama lain yang bisa kalian gunakan untuk mengekspresikan diri. Penggunaan kata ganti yang berbeda antar orang biasanya dilakukan sesuai dengan latar belakang pendengar atau kondisi. Ada beberapa promina lain yang bisa kalian pakai selain ‘watashi’, berikut adalah penjelasannya.

Atashi

Untuk memberikan kesan yang lebih feminim, kalian bisa menggunakan ‘atashi’. Karena kesan tersebut, ‘atashi’ digunakan oleh perempuan dan dalam situasi yang santai. Sebagai kata ganti tunggal, ia termasuk kata non-formal dalam bahasa Jepang, meski begitu kalian bisa menggunakannya secara leluasa.

Ore

Ada bahasa wibu watashi lain yang bisa kalian gunakan, terutama jika kalian laki-laki, yakni ‘ore’. Kata ganti ‘ore’ juga punya arti sebagai aku atau saya. Meski begitu, dalam struktur kata bahasa Jepang ‘ore’ termasuk kata yang terbilang kasar. ‘Ore’ juga punya kesan maskulin, sehingga lebih sering digunakan oleh laki-laki. Usahakan untuk tidak menggunakan kata ganti ini jika berbicara dengan orang yang lebih tua.

Boku

‘Boku’ juga merupakan kata ganti yang populer digunakan oleh anak muda di Jepang, terutama mereka yang usianya muda. Penerapannya juga lebih fleksibel, biasanya untuk percakapan santai dan semi formal. Dengan berkembangnya zaman, kini perempuan juga bisa menggunakan promina ‘boku’, setelah sebelumnya hanya bisa digunakan oleh laki-laki.

Watakushi

Variasi bahasa wibu watashi lainnya adalah ‘watakushi’, kata ganti ini lebih cocok jika kalian gunakan untuk acara resmi, sebab bisa memberikan kesan formal. Karena kesan yang ‘watakushi’ miliki, promina ini akan jarang kalia temui di percapakan informal dan santai. Gunakan kata ganti ini jika kalian masuk ke dunia kerja, rapat, atau berbicara langsung dengan pimpinan.

Tips Menggunakan Kata Ganti Pertama Bahasa Jepang

Agar tak menimbulkan kesalah pahaman, pastikan kalian menggunakan bahasa wibu watashi dan kata ganti promina lain dengan benar. Pahami tingkatan yang ada, kemudian gunakan di waktu yang tepat. Pastikan untuk tak menggunakan promina kasual untuk percakapan formal.

Tips lain yang bisa kalian gunakan adalah melatih komunikasi dengan orang yang lebih fasih berbahasa Jepang. Praktek langsung akan membuat kalian paham bagaimana menggunakan watashi, watakushi, maupun boku. Cara ini juga efektif meningkatkan kemampuan bahasa Jepang kalian.

Bagaimana, sudah tahu kan arti dari bahasa wibu watashi? Tertarik menggunakan promina ini untuk percakapan bahasa Jepang kalian?