Review Anime Belle, Perjalanan Pencarian Jati Diri  

blank

Beberapa waktu lalu, bioskop Indonesia membeli hak siar film anime berjudul Belle. Maha karya Mamoru Hosada ini mengisahkan tentang perjalanan seorang gadis mencari jati dirinya dalam sebuah dunia virtual. Kalau kalian penasaran, berikut adalah review anime Belle secara singkat.

Anime ini rilis pada 12 Januari lalu dengan nama Ryuu to Sokabakasu Hime. Belle mendapatkan banyak pujian karena menawarkan konsep cerita yang menarik, soundtrack yang serasi dan grafis memikat.

Sinopsis Anime Belle

review anime Belle

Film anime ini bermula dengan perkenalan karakter utama bernama Suzu. Menjadi gadis desa yang lugu, Suzu yang berusia 17 tahun mengasingkan diri dari masyarakat desanya karena suatu hal. Kepribadiannya yang pemalu dan tertutup juga membuatnya sulit melakukan sosialisasi.

Suzu punya sahabat bernama Hiro, yang nantinya mengajak Suzu ke dunia virtual bernama U. Dalam dunia virtual tersebut, Suzu mengubah image-nya menjadi Belle, seorang penyanyi dadakan yang memiliki popularitas tinggi.

Suatu hari ketika sedang mengadakan konser, Belle bertemu dengan Beast, makhluk setengah monster yang menurut warga U merupakan makhluk yang jahat. Belle yang tak merasa takut memulai kisah petualangan dan pencarian jati dirinya bersama dengan Beast.

Kisah Sedih yang Emosional

blank

Anime Belle memiliki keunggulan karena mampu memainkan emosi penonton. Banyak review anime Belle yang mengatakan bahwa tekhnik penceritaan anime ini sederhana, namun tepat sasaran. Setiap karakter juga mendapatkan ruang yang pas untuk berkembang.

Selain itu, Belle juga mengajarkan sifat welas asih antar sesama manusia. Misalnya keinginan ibu Suzu yang ingin menolong seorang anak yang tenggelam. Walaupun akhirnya ibu Suzu tak selamat karena pengorbanannya, namun hal tersebut memberikan impact yang besar pada kepribadian Suzu.

Belum lagi pencarian Suzu untuk menemukan jati dirinya. Meski menggunakan image Belle yang kontras dengan kepribadian Suzu, namun Suzu tetap berpegang teguh pada dirinya sendiri dan meyakinkan diri untuk tak malu ketika berkarya.

Grafis Indah dan Soundtrack yang Memukau

review anime Belle lengkap

Aspek review anime Belle lainnya adalah penggunaan 3CDG yang tepat, tak berlebihan namun memberikan kesan dinamis dan rapi. Penggunaan warna yang variatif juga membantu penonton untuk membedakan dimana Suzu berada, apakah di dunia U atau di dunia nyata.

Jangan lupakan bagian soundtrack-nya, sebagai penyanyi di dunia virtual U, Suzu tampil apik membawakan lagu-lagu yang lembut dan memberikan kesan indah. Beberapa lagu dari anime ini yang cukup terkenal adalah Millenium Parade, Gales of Song, hingga Lend me Your Voice.

Plot Hole dan Ketidak Sempurnaan

blank

Meski menyabet sebagai film anime terbaik tahun 2021 lalu, Belle tak lepas dari kekurangan. Film ini memiliki beberapa plot hole yang tak mendapatkan penceritaan dengan baik. Penonton bisa merasa tak puas ketika film berakhir karena tak menjawab keseluruhan cerita.

Beberapa karakter pendukung juga tak mendapatkan eksplor yang maksimal. Shinobu misalnya, teman masa kecil Suzu ini memberikan banyak perubahan dalam diri Suzu, namun screen timenya tak begitu besar. Perannya juga kurang kuat padahal ia sudah meminta Suzu untuk melepaskan karakter Belle.

Konsep dunia yang ada di anime Belle juga tak begitu kuat. Hadirnya polisi di dunia virtual U rasaya hanya sekedar pajangan. Tujuannya hanya satu: mengejar Beast, namun tak ada penjelasan apa yang membuat Beast menjadi penjahat buron.

Terlepas dari semua penjelasan tersebut, Belle tetap menjadi anime menarik yang bisa kalian tonton ketika waktu luang. Ada banyak motivasi dan pesan baik yang bisa kalian temukan dalam film anime ini.