Main ke Jepang? Hindari Larangan di Jepang Berikut ini Ya!

blank

Larangan di Jepang tentu berbeda dengan negara lain. Tidak sedikit wisatawan yang kaget dengan aturan dan berbagai larangan yang ada. Karena itu, tahu hal-hal dasar mengenai budaya Jepang akan membantu wisatawan asing ketika berkunjung.

Kalau kalian punya rencana untuk main ke Jepang atau menetap dalam jangka waktu tertentu, aturan-aturan berikut ini harus kalian patuhi dengan benar ya. Jangan sampai mendapat stigma buruk dari masyarakat karena kalian melakukan kesalahan secara sengaja.

Larangan di Jepang yang Harus Kalian Tahu

Larangan di Jepang

Berbicara Terlalu Keras di Kereta

Ketika naik kereta api, kalian akan melihat panduan untuk tak berbicara terlalu keras di dalam kereta. Bukan berarti kalian tak boleh berbicara selama di kereta, namun pastikan kalian tak mengobrol dengan suara yang keras. Jika kalian melakukannya, jangan heran mendapat tatapan risih dari penumpang yang lain.

Umumnya gerbong kereta di Jepang cukup sunyi dan tenang. Ingat untuk selalu menjaga kesopanan dengan berbicara pelan dan tak menganggu penumpang lain. Hal yang sama jika kalian menerima telepon di dalam kereta, sebaiknya tolak panggilan tersebut dan segera kirimkan pesan.

Larangan di Jepang: Tidak Memilah Sampah dengan Benar

Jepang punya aturan yang ketat untuk sampah, setiap sampah dibedakan menjadi tiga bagian, yakni sampah yang bisa terbakar, sampah botol, dan sampah PET. Kesalahan yang sering wisatawan lakukan adalah sembarangan membuang sampah tanpa memilah jenis sampah yang ada.

Jika memang akan menetap dalam jangka waktu lama di Jepang, mempelajari tekhnik membuang sampah perlu kalian lakukan. Ada beberapa sampah yang hanya bisa kalian buang di hari tertentu, jadi jangan sampai tertukar dan ketinggalan ya!

Menyatukan Ibu Jari dan Telunjuk Membentuk Lingkaran

Larangan di Jepang lain yang sebaiknya tak kalian lakukan adalah menyatukan ibu jari dan telunjuk untuk membentuk lingkaran. Di negara lain, bisanya simbol ini bermakna OK, tapi beda dengan Jepang. Di Jepang, lingkaran yang terbentuk dari jari telunjuk dan ibu jari merupakan isyarat untuk uang.

Meski bukan merupakan hal yang tabu, namun menggunakan isyarat uang dianggap tidak sopan. Jika menggunakan isyarat ini, ada indikasi bahwa kalian akan melibatkan uang di aktifitas yang kalian lakukan. Jadi daripada menimbulkan kesalah pahaman, kalian bisa menggunakan kata-kata jika hanya ingin bilang setuju atau OK.

Tidak Berdiri di Sisi yang Benar Ketika Naik Eskalator

Di Jepang, naik escalator harus sesuai dengan aturan. Jangan naik dan berdiri di tempat orang biasa berjalan, yakni sisi sebelah kanan. Umumnya jika naik escalator, sisi kiri merupakan sisi atau bagian dimana kalian bisa berdiri atau berjalan. Sedangkan sisi sebelah kanan harus kalian biarkan kosong.

Aturan tersebut punya alasan, sisi sebelah kanan dibiarkan tetap kosong supaya mereka yang terburu-buru bisa langsung lewat. Jika kalian tak tahu aturannya, sebaiknya ikuti orang yang ada di depan kalian. Beda wilayah di Jepang, biasanya beda pula sisi mana yang boleh dinaiki.

Menggunakan Sumpit dengan Cara yang Salah

Sumpit menjadi salah satu alat makan yang bisa kalian gunakan ketika makan di Jepang. Tapi penggunaan sumpit juga ada aturannya, jangan sembarangan menggunakan sumpit karena bisa saja punya arti yang lain. Perhatikan aturan pemakaian sumpit agar tak mendapat tatapan negative dari orang sekitar.

Larangan di Jepang biasanya berkaitan dengan adat dan budaya yang berlaku. Karena itu, memperhatikan apa yang kalian lakukan bisa menjadi salah satu cara menghormati budaya masyarakat Jepang.