Jenis Pakaian Tradisional Jepang yang Harus Kalian Tahu

blank

Kalau membahas jenis pakaian tradisional Jepang, pasti teringat kimono. Padahal pakaian tradisional di Jepang tak hanya itu saja, ada sekitar 8 jenis pakaian yang sampai sekarang masih dikenakan masyarakat lokal pada waktu tertentu.

Agar kalian tak salah sebut atau salah pakai, berikut ini adalah jenis pakaian tradisional Jepang yang harus kalian tahu. Jadi kalian bisa mengenakannya sesuai acara dan kegiatan yang akan dilakukan.

Jenis Pakaian Tradisional Jepang Terpopuler

Yukata

pakaian tradisional jepang

Secara sepintas, yukata memang mirip kimono, padahal keduanya menggunakan bahan yang berbeda. Untuk yukata biasanya menggunakan kain yang lebih tipis, kain berbahan katun merupakan jenis kain yang paling sering digunakan.

Dengan memakai yukata, kalian tak akan basah oleh keringat karena katun memiliki daya serap yang baik. Penggunaan yukata umumnya di musim panas, sedangkan kimono di musim dingin atau gugur.

Kimono

blank

Baju tradisional Jepang ini tentu sudah kalian kenal, yakni kimono. Pakaian ini menjadi pakaian khas Jepang dan sudah terkenal ke seantero dunia. Bahan kimono cukup kaku dan tebal, beberapa jenisnya memiliki lengan yang lebar. Tak hanya perempuan, kimono juga bisa dipakai laki-laki.

Kurotomesode

jenis pakaian tradisional jepang

Berikutnya adalah kurotomesode, yang memiliki arti sebagai pakaian berwarna hitam. Secara harfiah tomesode memang memiliki arti hitam, sesuai dengan warna pakaian tersebut. Kurotomesode hanya digunakan oleh wanita yang sudah menikah saja.

Berbeda dengan dua jenis pakaian tradisional Jepang sebelumnya, kurotomesode menggunakan kain krep. Sehingga memberikan kesan yang anggun dan berwibawa pada pemakainya. Kurotomesode hanya bisa digunakan untuk menghadiri acara formal.

Jinbei

blank

Serupa dengan yukata, jinbei biasanya digunakan ketika musim panas. Ia merupakan transformasi dari yukata, tapi hanya berupa celana pendek dan atasan saja. Biasanya jinbei hanya untuk laki-laki, sedangkan perempuan umumnya menggunakan yukata selutut agar tidak gerah.

Pakaian ini akan sering terlihat ketika musim panas, khususnya ketika matsuri berlangsung. Pemandian air panas atau onsen umumnya menyediakan jinbei, pengunjung akan menggunakannya setelah mereka berendam karena nyaman dan tidak ribet.

Furisode

jenis pakaian tradisional jepang yukata

Kimono tak hanya punya satu jenis, ada kimono lain bermana furisode. Kimono jenis ini punya lengan yang menjuntai, sekaligus memiliki ciri khas warna yang mencolok. Furisode menggunakan kain sutra, sehingga terlihat mewah dan memberi kesan anggun. Perempuan yang masih lajang akan menggunakan pakaian ini ketika menghadiri acara formal.

Uchikake

blank

Jepang juga punya baju tradisional serupa mantel bernama uchikake. Pakaian ini menggunakan bahan yang tebal, sekaligus memiliki corak dan warna yang terang. Seniman setelah mereka melakukan pentas dan pengantin wanita biasanya akan menggunakan uchikake.

Ada corak khusus yang bisa kalian lihat dalam uchikake, yakni corak burung bangau. Jadi kalian tak akan kesusahan membedakannya dengan jenis pakaian tradisional Jepang yang lain. Pakaian ini juga punya lengan dan bagian ekor yang panjang.

Haori

pakaian tradisional jepang haori

Serupa dengan uchikake, haori merupakan outer atau pakaian luar. Masyarakat Jepang menggunakan haori setelah yukata atau kimono. Fungsinya sebagai mantel sekaligus melindungi pakaian dari kotoran dan debu. Untuk modelnya tak berbeda jauh dengan yukata, namun tanpa obi atau sabuk.

Mengetahui jenis pakaian tradisional Jepang tentu bisa menambah pengetahuan kalian terkait dengan budaya negeri bunga sakura ini. Kalian pun tak akan kebingungan memilih pakaian tradisional untuk dipakai di acara formal atau kasual. Memilih pakaian yang tepat menjadi keharuskan ketika kalian mengunjungi acara tradisional Jepang.