Inilah 5 Etika Kerja di Jepang yang Harus Kamu Teladani

etika kerja di jepang

Jepang terkenal dengan kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Bahkan negara ini banyak orang kenal sebagai salah satu negara paling serius. Pada dasarnya, orang Jepang memang selalu mengedepankan pekerjaannya dan bahkan sangat fokus. Karena itulah mereka bisa berkembang dan menjadi negara maju. Memangnya seperti apa etika kerja di Jepang?

Dalam perkembangannya dari waktu ke waktu, Jepang tetaplah memberikan effort terbaik. Negeri Sakura tersebut juga membuka peluang bagi orang dari luar negaranya untuk datang dan bekerja. Hanya saja, kamu perlu lolos beberapa syarat jika ingin bekerja di Jepang. Salah satunya adalah proses sertifikasi kecakapan bahasa Jepang atau JLPT. Sisanya adalah memahami budaya bekerja mereka yang akan sangat berguna untuk kamu ke depannya seperti berikut ini.

Etika Kerja di Jepang Bushido

etika kerja di jepang

Bushido adalah sebuah budaya yang meneladani sikap para kesatria. Prinsip ala kesatria memang masih bertahan sampai saat ini, meskipun perkembangan dunia sudah begitu modern. Setidaknya ada 7 poin yang jadi nilai dalam prinsip etika kerja di Jepang ini, contohnya:

  1. Keyakinan dan rasa percaya terhadap diri sendiri (Shinnen)
  2. Rasa peduli serta kebijaksanaan (Shincho)
  3. Gigih dan tekun (Kennin)
  4. Sederhana dan penuh dengan keseimbangan (Sessei)
  5. Rasa optimis dan penuh harapan (Kibo)
  6. Keadilan serta kebenaran (Seigi)
  7. Amal dan perbuatan baik (Jizen)

Budaya Keishan

etika keishan

Keishan adalah sebuah prinsip dari Jepang yang mengedepankan pentingnya perubahan dan peningkatan konsistensi bekerja. Fokus dari prinsip ini ada di segi kreativitas, produktivitas, dan juga inovasi. Budaya ini akan mengajarkan kamu agar tidak berhenti untuk terus belajar dan berkarya. Dengan begitu, kamu bisa menghasilkan banyak karya unik, kreatif, serta bermanfaat bagi orang banyak.

Budaya Kaizen 

etika kaizen

Jika dikaitkan dengan etika kerja di Jepang, Kaizen memiliki arti “pengembangan dan perbaikan secara terus-menerus”. Prinsip Kaizen bisa kamu terapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Budaya ini memiliki 6 langkah utama yang harus kamu tahu. 

  1. Standardize, yaitu membuat sebuah standar baru di tiap aktivitas terorganisir yang berulang
  2. Measure, yakni mengukur proses menggunakan data numerik
  3. Compare, yaitu langkah membandingkan hasil dari measure di atas dengan standar yang telah kamu buat
  4. Innovate, yakni langkah mencari suatu metode baru yang efisien
  5. Standardize, yaitu proses membuat standar baru dari metode yang lebih efisien pada innovate
  6. Selesai. Ulangi lagi dari langkah pertama, begitu seterusnya.

Budaya Meishi Kokan

Meishi Kokan adalah proses bertukar kartu nama. Biasanya kebiasaan ini akan kamu temukan ketika melakukan meeting perusahaan atau sejenisnya. Dalam hal ini, kamu harus menerima kartu nama tersebut dengan kedua tangan, kemudian mengulang informasi yang ada di dalam kartu tersebut. Jangan lupa untuk meletakkan kartu tersebut di dalam dompet agar nama tersebut bisa jadi acuan dalam berbisnis.

Etika Kerja di Jepang Ganbatte

Etika kerja di Jepang terakhir yang bisa kamu terapkan adalah budaya Ganbatte. Budaya ini sering orang Jepang lakukan untuk menyemangati sesama rekannya. Karena itulah rasa semangat di pribadi orang Jepang terus ada dari waktu ke waktu. Terlebih lagi, budaya ini sudah jadi kebiasaan sejak di keluarga, sekolah, kuliah, hingga masuk ke dunia kerja. 

Untuk menerapkan prinsip ini, kamu harus membuktikan dan berusaha dalam mengejar sesuatu tujuan sekuat mungkin. Ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa kerja keras dapat mengalahkan talenta selama kamu ingin terus belajar. Kemudian, kamu juga harus memiliki besar besar, namun target skala kecil. Hal ini juga sering orang bilang sebagai “Smart Goals”.

Itulah penjelasan tentang 5 etika kerja di Jepang yang harus kamu pahami betul. Kamu bisa menerapkan prinsip ini ketika bekerja di Jepang ataupun di Indonesia sekalipun. Jika kamu ingin bekerja di Jepang, pastikan juga kamu mengerti budaya lainnya. Dengan begitu, kamu bisa lebih dihargai nantinya.