Review Kaiju No. 8, Manga Shonen yang Seru

blank

Biasanya seri dengan gambar yang rapi, karakter likeable, dan plot mainstream tak akan begitu populer. Tapi beda dengan Kaiju No. 8, seri ini tetap jadi manga yang menarik buat kalian ikuti, meski menggunakan narasi yang tak beda jauh dengan seri shonen pada umumnya.

Untuk kalian yang penasaran dengan manga ini dan tertarik untuk membacanya dalam waktu dekat, review Kaiju No. 8 ini akan membantu. Secara singkat kalian akan tahu bagaimana seri ini berjalan, premis dan rincian ringkas dari seri ini.

Sinopsis Kaiju No. 8

review kaiju no.8

Kaiju No. 8 mengisahkan Kafka Hibino di dunia selepas kekacauan besar. Tempat tinggalnya, Jepang, berada dalam salah satu wilayah yang disambangi oleh kaiju atau monster. Situasinya juga tak kunjung membaik, hingga pemerintahan harus menerjunkan regu khusus demi mengatasi masalah ini.

Kafka yang awalnya ingin bergabung sebagai regu ini, ternyata hanya kebagian sebagai tim bersih-bersih. Jadi jika ada pertarungan besar antara regu khusus dengan monster, Kafka yang harus membereskan bangkai sang monster.

Supaya terhindar dari spoiler, kalian bisa baca sendiri bagaimana kelanjutan dari kisah hidup Kafka. Apakah ia akan tetap menjadi regu pembersih selamanya? Ataukah tiba-tiba ia punya kekuatan hebat yang bisa membuatnya berpindah ke regu khusus untuk melawan monster?

Realita Tentang Mimpi yang Tak Tercapai

blank

Dalam kisah Kaiju No.8, Kafka sudah masuk usia dewasa tapi tak mampu menggapai mimpinya. Pada usianya yang ke-32 tahun, ia bahkan tak bisa masuk ke tim khusus untuk menyelamatkan kotanya dari serangan monster.

Kaiju No.8 berhasil menceritakan kisah manusia dewasa yang gagal menggapai mimpinya dan masih berjuang untuk hidup. Untuk membuat kisahnya jadi lebih realistis, seri ini menawarkan cerita ‘bagaimana jika kita hidup dengan rencana kedua’ setelah gagal dengan rencana pertama.

Pembaca juga akan disadarkan bahwa sekuat apapun seseorang berusaha, selalu ada orang yang lebih unggul. Menerima diri sendiri bahwa sebenarnya kita tak sebaik orang lain menjadi poin penting yang menarik dari seri ini. Kafka, dengan posisinya yang sekarang, harus hidup dan berjuang tanpa bisa menggapai mimpinya.

Serupa dengan Premis Seri Shonen

blank

Membahas mengenai review Kaiju No. 8 tak akan lengkap jika tak melihat bagaimana seri shonen belakangan berjalan. Premis ‘terjebak dengan keadaan yang tak menguntungkan’ jadi cukup mainstream setelah kesuksesan Naruto, seri dimana perjuangan seseorang akhirnya membuahkan hasil.

Seri ini juga punya premis yang tak beda jauh, Kafka ingin menggapai mimpinya dan keluar dari zona tak menyenangkan dalam hidupnya. Ia ingin hidup sebagaimana impiannya, yakni masuk ke dalam regu khusus. Tapi akhirnya ia harus berdamai dengan keadaan sembari mencari kesempatan.

Aspek yang Membuat Kaiju No. 8 Menarik

review kaiju no.8

Selain sang protagonist Kafka, ada banyak karakter lain yang akan kalian temui selama membaca seri ini. Misalnya saja Reno Ichikawa yang punya karakter berkebalikan dengan Kafka. Interaksi keduanya membawakan hiburan yang segar.

Ada juga Kikoru Shinomiya, si jenius yang ingin dapat respect atas apa yang ia kerjakan. Terjebak dengan Kafka dan Reno membuat kisah ini jadi tak terlalu menonton buat diikuti.

Belum lagi membahas penggambaran manga yang rapi. Untuk pembaca yang terobsesi dengan gambar karakter dan backgorund yang bagus, manga ini bisa jadi pilihan yang tepat. Kalian akan dimanjakan dengan shade hitam-putih yang tertata indah.

Dengan review Kaiju No. 8 ini, apakah kalian tertarik membaca manganya dalam waktu dekat? Kalian bisa membacanya lewat Manga Plus sebagai platform baca legalnya.