Review Anime Sono Bisque Doll Wa Koi Wo Suru

blank

Anime Sono Bisque Doll wa Koi wo Suru merupakan anime romance yang sedang naik daun belakangan. Jika kalian kurang familiar dengan judulnya, anime ini mendapat terjemahan resmi sebagai My Dress Up Darling.

Seri ini mendapatkan pujian tak hanya karena plot dan premisnya saja yang menarik, tapi juga konsistensi kualitas gambar yang stabil sepanjang seri. Untuk kalian yang masih maju mundur mau menonton animenya atau tidak, review anime Sono Bisque ini akan membantu.

Review Anime Sono Bisque Doll: Sinopsis

review anime sono bisque

Kisah bermula ketika Gojo mengunjungi toko kakeknya yang bergelut di bidang boneka Hina. Karena kunjungan tersebut, Gojo jadi menyukai pembuatan boneka tersebut dan tertarik untuk mendalaminya lebih lanjut.

Ketika beranjak dewasa, Gojo pun berniat mengikuti jejak kakinya dan meneruskan usaha kakeknya. Awalnya semua berjalan lancar, sampai pacar Gojo tahu mengenai hobi dan minatnya. Pacar Gojo menganggap minat Gojo terhadap boneka Hina menjijikkan, hingga membuat mereka putus.

Inilah yang membuatnya sedikit canggung ketika melakukan sosialiasi, dan akhirnya ia bertekad untuk hidup hanya untuk membuat boneka Hina. Tapi prinsipinya berubah ketika bertemu dengan Marin, Gojo tak sengaja bertemu dengannya di ruang kelas ekonomi ketika menggunakan mesin jahit.

Marin yang tertarik dengan minat Gojo, mengatakan bahwa ia berharap Gojo mau membuatkannya baju cosplay, karena Marin punya impian untuk jadi cosplayer. Setelah sedikit pujian disana sini, akhirnya Gojo bersedia mengabulkan permintaan Marin dan hubungan keduanya jadi makin dekat.

Premis yang Segar

blank

Setelah pertemuan dengan Marin tersebut, kalian bisa menebak sendiri bagaimana kelanjutan kisahnya. Secara ringkas, seri ini akan menceritakan Gojo yang menjadi penjahit pribadi untuk Marin. Setelah tahu besarnya effort yang dikeluarkan oleh Gojo, Marin pun sadar kalau ia mencintai Gojo.

Meski terdengar simpel, namun perkembangan karakter yang seri ini sajikan cukup memikat. Pada beberapa episode awal, kalian akan melihat bagaimana canggungnya Marin dan Gojo, yang kemudian menjadi lebih cair hubungannya sepanjang sisa seri.

Animasi, BGM, dan Berbagai Aspek Produksi

review anime sono bisque

Review anime Sono Bisque Doll tak akan lengkap jika tak membahas aspek produksi. Studio yang menggarap seri ini adalah CloverWorks, yang terkenal karena rush ending yang tidak memuaskan. Walau begitu, untuk urusan art dan visual, seri ini sudah cukup menjanjikan.

Sebagai anime bertema romansa dan slice of life, BGM dan musik tema berperan penting untuk meningkatkan tensi. Secara keseluruhan, tak ada yang spesial dalam urusan suaranya. Para pengisi suara memang bekerja dengan baik, namun musik latar belakangnya tak begitu menonjol.

Review Anime Sono Bisque: Ending yang Menggantung

blank

Banyak penggemar seri ini yang berpendapat kalau Sono Bisque Doll akan lebih baik jika berfokus dengan Marin dan Gojo saja. Sayangnya selama pertengahan seri, beberapa karakter muncul dan mengambil spotlight, namun tak memberikan impact pada Gojo atau Marin dari segi karakter.

Tak hanya itu, endingnya juga terasa mengantung. Setelah berbagai kegiatan yang Marin dan Gojo lakukan berdua; dari menonton kembang api hingga diundang ke kamar Gojo, tak ada status resmi untuk hubungan keduanya. Bahkan Gojo sendiri juga masih belum tahu perasaannya pada Marin meski Marin sudah mengatakan perasaanya pada Gojo.

Terlepas dari kekurangan anime ini, ia tetap bisa jadi seri yang menarik untuk kalian ikuti. Dengan review anime Sono Bisque Doll ini, apakah kalian sudah memutuskan untuk menontonnya?