Mengenal Budaya Sistem Pendidikan Di Jepang

smp sma di jepang

Jepang adalah salah satu negara yang dunia kenal karena mempunyai sistem pendidikan cukup baik. Sama seperti di Indonesia, pendidikan di Jepang menggunakan pola 6-3-3, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas. Pendidikan tinggi di Jepang ada 5 jenis dengan spesifikasi tersendiri. Untuk mengetahui lebih banyak tentang pendidikan di Jepang, simak penjelasan berikut ini.

Sistem Pendidikan di Jepang

Sistem Pendidikan di Jepang

Sistem pendidikan Jepang pada tahun 1947 memiliki aturan tertulis dalam Fundamental Low Of Education. Kemudian, aturan tersebut mengalami revisi pada tahun 1999. Pendidikan yang ada di Jepang terdiri dari 5 jenjang, mulai dari pra-sekolah hingga pendidikan tinggi. 

Dari tahun 1980, Jepang lebih fokus di pendidikan internasional dan menerapkan sistem khusus untuk setiap pelajarnya. Sistem pendidikan di Jepang juga mengharuskan pelajar untuk menyelesaikan tes bahasa. Masyarakat di sana sangat menjunjung tinggi bahasa Jepang sebagai bahasa ibu.  Tidak heran banyak orang Jepang yang tidak menguasai bahasa Inggris. 

Kurikulum pendidikan di Jepang dari sekolah dasar sampai menengah hampir sama dengan Indonesia. Mata pelajarannya kurikulum di Jepang terdiri dari Matematika, IPS dan IPA. Tidak sampai di  situ, sekolah  Jepang juga menerapkan pendidikan moral dan ekstrakurikuler. Setiap anak wajib bersekolah sampai usia 15 tahun. Poin menarik di sini adalah ketika pelajar sudah memasuki sekolah tingkat menengah, seluruh biaya pendidikan menjadi gratis.

Sistem Pendidikan Dasar 

sd jepang

Siswa dasar di Jepang dari kelas 3 sampai 4 mendapat pelajaran untuk mengenal industri lokal. Selain itu, siswa juga belajar mengenai nenek moyang Jepang yang sudah banyak berkontribusi membangun daerah tempat tinggal mereka. Untuk kelas 5, mereka akan memahami ruang lingkup sekitar dan edukasi tentang bencana alam. Terakhir, di kelas 6 mereka akan belajar tentang dunia internasional dan peran Jepang.

Pendidikan menengah 

smp sma di jepang

Ada yang menarik dari sekolah SMP di Jepang, yaitu fakta 5,7% orang tua yang ada di daerah metropolitan memilih menyekolahkan anaknya secara private. Orang Jepang memiliki prioritas pendidikan sangat tinggi. Mereka ingin mengeluarkan anak-anak mereka dari seleksi yang begitu ketat, karna pendidikan di Jepang  terkenal dengan persaingannya. 

Selain itu, pendidikan menengah atas, terutama siswa kelas sembilan di Jepang sudah serius untuk mengejar masa depan, dengan mempersiapkan diri masuk ke perguruan tinggi. Maka, tidak heran jika anak umur 18 tahun di Jepang sudah hidup sendiri. 

Perguruan tinggi 

perguruan tinggi di jepang

Untuk bekerja di perusahaan besar, memiliki gelar dan pengetahuan baik dalam industri adalah sesuatu yang menjadi keharusan. Setidaknya ada sekitar 800 universitas Jepang yang terdiri dari 3 jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis universitas di Jepang.

  • Universitas Nasional

Pendidikan di Jepang pada jenis Universitas Nasional cenderung menjadi lembaga yang lebih besar dari segi anggarannya. Negara yang memiliki julukan Matahari Terbit ini setidaknya memiliki kurang lebih 90 universitas. Dua perguruan tinggi nasional yang menjadi primadona adalah Universitas Tokyo dan Universitas Kyoto. 

  • Universitas Negeri

Pajak bangunan Universitas Negeri di Jepang sama dengan di Indonesia yaitu didanai oleh pemerintah. Jadi, setiap mahasiswa di Jepang tidak perlu khawatir tentang biaya bangunan.

  • Universitas Swasta 

Ada sekitar 600 universitas swasta di Jepang, universitas swasta di Jepang tidak menerima dana dari negara, maka dari itu Biaya yang harus mahasiswa keluarkan pun cukup mahal. Tetapi fasilitas yang diberikan lebih baik daripada universitas lainnya. Meski biaya lebih besar, terkadang pemerintah juga memberikan subsidi pada universitas swasta. Belum lagi soal beasiswa tertentu.

Itulah segenap informasi dalam mengenal sistem pendidikan di Jepang. Jika kamu tertarik untuk melanjutkan pendidikan di Jepang, tidak ada salahnya untuk segera mempersiapkan diri. Pastikan juga kamu memahami bahasa Jepang dan memiliki sertifikat JLPT.