Itinerary Jepang 7 Hari untuk Pertama Kali: Panduan Lengkap Rute Golden Route (Tokyo – Kyoto – Osaka)
Pergi ke Jepang untuk pertama kalinya seringkali terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan, namun sekaligus membingungkan. Dari sistem kereta yang rumit hingga etika budaya yang unik, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan.
Bagi traveler Indonesia, rute “Golden Route” (Tokyo, Kyoto, dan Osaka) adalah pilihan paling ideal. Rute ini menawarkan perpaduan sempurna antara gemerlap metropolitan modern, ketenangan kuil tradisional, dan surga kuliner yang menggugah selera.
Dalam artikel ini, kita akan membedah secara rinci itinerary Jepang 7 hari yang efisien, lengkap dengan estimasi biaya dan tips rahasia agar perjalanan Anda lancar tanpa drama.
Persiapan Sebelum Berangkat (Pre-Departure Checklist)
Sebelum masuk ke detail harian, pastikan Anda telah menyiapkan “Senjata Perang” berikut:
-
Visa Jepang: Gunakan e-paspor untuk registrasi bebas visa (WAJIB dilakukan sebelum berangkat) atau urus Visa Kunjungan di Japan Visa Application Center (JVAC).
-
Internet (Pocket WiFi vs eSIM): Untuk traveler grup, Pocket WiFi lebih hemat. Untuk solo atau pasangan, eSIM (seperti Airalo atau penyedia lokal) jauh lebih praktis.
-
Kartu Transportasi (IC Card): Unduh Suica atau Pasmo ke Apple Wallet/Google Pay Anda. Ini adalah kartu sakti untuk naik kereta lokal, bus, bahkan belanja di Lawson/7-Eleven.
-
JR Pass – Apakah Masih Worth It? Sejak kenaikan harga drastis di akhir 2023, JR Pass 7 hari seharga ¥50,000 seringkali tidak sebanding jika hanya rute Tokyo-Osaka PP. Pertimbangkan membeli tiket Shinkansen satuan atau menggunakan pesawat domestik/bus malam jika ingin hemat.
Rincian Itinerary Jepang 7 Hari 6 Malam
Hari 1: Kedatangan di Tokyo & Gemerlap Shinjuku
Begitu mendarat di Narita (NRT) atau Haneda (HND), segera aktifkan koneksi internet dan naik kereta Narita Express atau Skyliner menuju pusat kota.
-
Siang: Check-in hotel di area Shinjuku atau Ueno agar akses transportasi mudah.
-
Sore: Menuju Tokyo Metropolitan Government Building. Mengapa? Karena masuk ke observatoriumnya GRATIS dan Anda bisa melihat pemandangan Tokyo dari ketinggian, bahkan Gunung Fuji jika cuaca cerah.
-
Malam: Eksplorasi Shinjuku. Kunjungi Omoide Yokocho (Memory Lane) untuk suasana makan yakitori yang otentik di gang sempit, lalu berfoto dengan kucing 3D raksasa di Cross Shinjuku Vision.

Hari 2: Budaya dan Modernitas Tokyo (Asakusa & Shibuya)
-
Pagi: Kunjungi Kuil Senso-ji di Asakusa. Ini adalah kuil tertua di Tokyo. Pastikan datang sebelum jam 9 pagi untuk menghindari kerumunan masif. Jangan lupa berfoto di depan gerbang Kaminarimon.
-
Siang: Berjalan kaki ke Nakamise Street untuk mencoba snack lokal seperti Age-manju (bakpao goreng). Lanjutkan ke Tokyo Skytree yang berjarak satu stasiun saja.
-
Sore: Menuju Harajuku (Takeshita Street) untuk melihat tren fashion unik Jepang, lalu berjalan santai ke Meiji Jingu, kuil di tengah hutan kota yang menenangkan.
-
Malam: Tutup hari di Shibuya Crossing. Untuk angle foto terbaik, naiklah ke Shibuya Sky (pesan tiket jauh-jauh hari!) atau sekadar nongkrong di Starbucks Tsutaya.
Hari 3: Keajaiban Gunung Fuji (Day Trip ke Kawaguchiko)
Jangan lewatkan kesempatan melihat ikon Jepang. Gunakan bus dari Terminal Shinjuku menuju Danau Kawaguchiko.
-
Spot Wajib: Chureito Pagoda (pemandangan pagoda merah dengan latar Gunung Fuji) dan Oishi Park.
-
Tips: Cek ramalan cuaca di situs Weather.jp sehari sebelumnya. Jika mendung, lebih baik tukar jadwal hari ini dengan hari lain.

Hari 4: Menuju Jantung Budaya, Kyoto
Check-out dari hotel di Tokyo, naik Shinkansen (kereta cepat) menuju Kyoto (perjalanan sekitar 2,5 jam).
-
Siang: Fushimi Inari Shrine. Berjalanlah di bawah ribuan gerbang Torii berwarna oranye yang ikonik. Semakin tinggi Anda mendaki, semakin sepi kerumunannya.
-
Sore: Kiyomizu-dera. Kuil kayu raksasa yang dibangun tanpa paku. Setelah itu, susuri jalanan tua Sannenzaka & Ninenzaka yang sangat estetik untuk foto ootd.
-
Malam: Jalan-jalan di distrik Gion. Jika beruntung, Anda bisa melihat Geisha asli yang sedang menuju tempat kerja.
Hari 5: Arashiyama & Pindah ke Osaka
-
Pagi: Arashiyama Bamboo Grove. Rasakan sensasi berjalan di hutan bambu yang menjulang tinggi. Lanjutkan dengan mengunjungi Tenryu-ji Temple.
-
Siang: Makan siang di pinggir sungai Katsura sambil menikmati pemandangan jembatan Togetsukyo.
-
Sore: Naik kereta lokal (hanya 30-45 menit) menuju Osaka.
-
Malam: Langsung menuju Dotonbori. Berfoto dengan papan neon Glico Man dan wisata kuliner: Takoyaki, Okonomiyaki, dan Kushikatsu adalah menu wajib.
Hari 6: Universal Studios Japan (USJ) atau Nara
Di hari keenam, Anda punya dua pilihan:
-
Opsi A (Pecinta Hiburan): Full day di Universal Studios Japan. Fokus utama: Super Nintendo World dan Wizarding World of Harry Potter. Wajib: Beli tiket masuk dan Express Pass secara online minimal 1 bulan sebelum keberangkatan.
-
Opsi B (Santai & Sejarah): Setengah hari ke Nara Park. Memberi makan rusa liar yang ramah dan melihat patung Buddha raksasa di Todai-ji Temple. Sore harinya bisa kembali ke Osaka untuk belanja di Shinsaibashi-suji.

Hari 7: Belanja Terakhir & Kepulangan
-
Pagi: Kunjungi Osaka Castle. Taman di sekitarnya sangat luas dan indah untuk piknik singkat.
-
Siang: Belanja oleh-oleh di Don Quijote (Donki). Di sini Anda bisa menemukan KitKat aneka rasa, skincare Jepang, hingga barang elektronik dengan harga miring.
-
Sore: Menuju Bandara Internasional Kansai (KIX) menggunakan kereta Haruka Express atau Nankai Rap:t untuk penerbangan kembali ke tanah air.
Estimasi Biaya (Budgeting) untuk 1 Orang
Berikut adalah simulasi biaya kasar (tidak termasuk tiket pesawat internasional karena fluktuatif):
| Komponen Biaya | Estimasi Harga (Yen) | Estimasi (IDR) |
| Akomodasi (Hostel/Business Hotel – 6 Malam) | ¥42,000 | Rp 4.500.000 |
| Makan (Rata-rata ¥3,500/hari) | ¥24,500 | Rp 2.600.000 |
| Transportasi (Lokal + Shinkansen Tokyo-Osaka) | ¥25,000 | Rp 2.700.000 |
| Tiket Wisata (USJ, Shibuya Sky, Kuil) | ¥20,000 | Rp 2.100.000 |
| Total Estimasi | ¥111,500 | ± Rp 11.900.000 |
Tips Pro untuk Traveler Indonesia
-
Aplikasi Navigasi: Gunakan Google Maps. Sangat akurat dalam memberikan informasi peron kereta, nomor gerbong terdekat dengan tangga, hingga harga tiket.
-
Sampah: Jepang sangat minim tempat sampah umum. Selalu bawa plastik kecil di tas untuk menyimpan sampah pribadi sampai Anda kembali ke hotel atau menemukan tempat sampah di dekat vending machine/minimarket.
-
Etika Eskalator: Di Tokyo, orang berdiri di sebelah kiri. Di Osaka, orang berdiri di sebelah kanan. Ikuti saja orang di depan Anda!
-
Air Minum: Air keran (tap water) di Jepang aman untuk diminum. Bawa botol minum sendiri untuk menghemat pengeluaran.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Kapan waktu terbaik mengunjungi Jepang untuk pertama kali?
Musim Semi (akhir Maret – awal April) untuk Sakura atau Musim Gugur (November) untuk daun kemerahan (Momiji). Suhu pada kedua musim ini sangat nyaman untuk jalan kaki.
2. Apakah bisa survive di Jepang tanpa bisa bahasa Jepang?
Sangat bisa. Plang petunjuk jalan di stasiun besar selalu ada bahasa Inggris. Gunakan aplikasi Google Translate (fitur kamera) untuk membaca menu restoran atau label produk.
3. Berapa budget minimal untuk makan di Jepang?
Anda bisa makan kenyang di Gyudon Chain (Yoshinoya, Matsuya, Sukiya) seharga ¥500 – ¥700 (Rp 50rb – 70rb). Minimarket seperti Lawson dan Family Mart juga menawarkan bento berkualitas dengan harga terjangkau.
Kesimpulan
Mengikuti itinerary Jepang 7 hari ini akan memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik dari sisi modernitas Tokyo, tradisi Kyoto, dan kegembiraan Osaka. Kuncinya adalah perencanaan yang matang, terutama dalam hal transportasi dan pemesanan tiket atraksi populer.
Ingin bantuan lebih lanjut? Saya bisa membantu Anda menghitung estimasi biaya lebih detail sesuai dengan preferensi hotel Anda. Apakah Anda ingin saya buatkan daftar barang bawaan (packing list) khusus untuk musim dingin di Jepang?