Tempat Wisata Jepang Anti Mainstream

Tempat Wisata Jepang Anti Mainstream

Tempat Wisata Jepang Anti Mainstream: Jelajahi Pesona “Hidden Gems” yang Jarang Diketahui Turis

Bagi banyak traveler Indonesia, kunjungan pertama ke Jepang biasanya habis di jalur emas: gemerlap Shinjuku di Tokyo, kuil merah Fushimi Inari di Kyoto, dan lari pagi di Dotonbori, Osaka. Namun, setelah foto-foto ikonik tersebut terpenuhi, muncul sebuah pertanyaan: Apa lagi yang ditawarkan Jepang di balik hiruk-pikuk kota besarnya?

Jepang adalah negara yang sangat luas dengan 47 prefektur yang masing-masing memiliki karakter unik. Di balik jalur kereta cepat Shinkansen yang populer, terdapat desa-desa kuno yang tersembunyi di lembah kabut, pulau-pulau terpencil yang dihuni lebih banyak hewan daripada manusia, hingga instalasi seni raksasa di tengah sawah.

Mengeksplorasi tempat wisata jepang anti mainstream bukan hanya soal mencari spot foto yang sepi, tapi tentang merasakan keramahtamahan lokal (Omotenashi) yang lebih otentik dan kedamaian yang tidak akan Anda temukan di pusat kota. Artikel ini akan membawa Anda menembus batas turisme konvensional menuju destinasi rahasia Jepang yang akan membuat paspor Anda terasa lebih berwarna.


1. Wilayah Tohoku: Keajaiban Alam dan Tradisi di Utara

Tohoku adalah wilayah di bagian utara Pulau Honshu yang sering terlewati oleh turis Indonesia karena jaraknya. Padahal, Tohoku menyimpan keindahan alam paling murni di Jepang.

Ginzan Onsen (Prefektur Yamagata)

Bayangkan sebuah kota pemandian air panas tua dengan bangunan kayu bertingkat dari zaman Taisho, lampu gas yang berpendar kuning di malam hari, dan aliran sungai di tengahnya.

  • Insight Unik: Ginzan Onsen disebut-sebut sebagai salah satu inspirasi visual untuk pemandian air panas di film Ghibli, Spirited Away.

  • Tips Praktis: Penginapan di sini sangat terbatas dan sering penuh setahun sebelumnya. Jika tidak menginap, Anda tetap bisa berkunjung untuk day-trip dan menikmati pemandian kaki gratis (ashiyu) di pinggir sungai.

Zao Fox Village (Prefektur Miyagi)

Bagi pecinta hewan, tempat ini adalah surga. Di sini, ratusan rubah dari berbagai jenis dilepasliarkan di area hutan. Anda bisa berjalan di antara mereka dan memberi makan dari area khusus.

  • Fakta: Rubah dalam budaya Jepang dianggap sebagai utusan Dewa Inari (Dewa Kemakmuran).


2. Prefektur Gifu: Desa di Atas Awan dan Kota Tua

Gifu adalah jantung dari pedalaman Jepang. Jika Anda mencari suasana “Jepang Tempo Dulu”, di sinilah tempatnya.

Magome-juku dan Tsumago-juku

Hike the Historical Nakasendo Trail | Japan Cheapo

Dua kota pos tua ini terhubung oleh jalur pendakian Nakasendo. Jalur ini dulunya adalah rute utama para Samurai yang bepergian antara Kyoto dan Edo (Tokyo).

  • Pengalaman Anti Mainstream: Lakukan hiking santai selama 3 jam dari Magome ke Tsumago. Anda akan melewati hutan bambu, air terjun, dan rumah penduduk lokal yang sangat asri. Jalur ini sangat terawat dan memberikan sensasi melintasi lorong waktu.

Takayama: “Little Kyoto” yang Lebih Tenang

Meskipun mulai populer, Takayama tetap terasa lebih intim dibanding Kyoto. Cobalah mengunjungi pasar pagi Miyagawa Morning Market untuk mencicipi daging wagyu Hida dalam bentuk sushi atau sate.


3. Chugoku & Shikoku: Pulau Seni dan Sejarah Kelam yang Indah

Wilayah ini jarang dikunjungi turis Indonesia karena aksesnya yang memerlukan waktu lebih lama, namun kualitas destinasinya sangat tinggi.

Naoshima: Pulau Seni Kontemporer

Naoshima adalah pulau di Laut Pedalaman Seto yang diubah menjadi museum seni raksasa. Di sini terdapat patung labu kuning ikonik karya Yayoi Kusama yang berdiri di pinggir dermaga.

  • H3: Chichu Art Museum: Museum yang hampir seluruh bangunannya berada di bawah tanah untuk menjaga lanskap alam, dirancang oleh arsitek legendaris Tadao Ando.

Okunoshima: Pulau Kelinci

Terletak di Prefektur Hiroshima, pulau ini dulunya adalah tempat rahasia pembuatan gas kimia saat perang. Kini, pulau ini dihuni oleh ribuan kelinci liar yang sangat ramah kepada manusia.

  • Tips: Bawalah sayuran (wortel atau kubis) dari kota, karena di pulau ini jarang ada toko yang menjual pakan kelinci.


4. Kyushu: Keajaiban Vulkanik dan Kota Bergaya Eropa

Pulau Kyushu di selatan menawarkan pemandangan alam yang dramatis karena aktivitas vulkaniknya yang tinggi.

Takachiho Gorge (Prefektur Miyazaki)Complete Guide to Takachiho: What to Do and Where to Stay | Rakuten Travel

Sebuah ngarai sempit yang terbentuk dari kolom lava basal dengan air terjun Manai yang jatuh tepat di tengah sungai.

  • Kegiatan Wajib: Sewalah perahu dayung untuk menyusuri ngarai. Pemandangan dari bawah ke atas sangat spektakuler dan sering disebut sebagai “Tempat Kekuatan Spiritual” (Power Spot) oleh orang Jepang.

Beppu: Kota Berasap

Beppu memiliki ribuan sumber air panas. Yang paling unik adalah “Seven Hells of Beppu” (Jigoku Meguri), serangkaian kolam air panas yang tidak bisa digunakan untuk berendam karena suhunya yang ekstrem dan warnanya yang unik (ada yang berwarna merah darah dan biru kobalt).


5. Tips Mengunjungi Destinasi Anti Mainstream untuk Orang Indonesia

Bepergian ke area terpencil di Jepang membutuhkan persiapan yang sedikit berbeda dibandingkan ke Tokyo.

Kategori Tips Praktis
Transportasi Gunakan Regional JR Pass (seperti JR East Pass atau JR Kyushu Pass) yang jauh lebih murah daripada JR Pass Nasional.
Bahasa Di area pedesaan, kemampuan bahasa Inggris lokal sangat minim. Gunakan aplikasi Google Translate atau pelajari frasa dasar seperti “Kore wa nan desu ka?” (Ini apa?).
Internet Pastikan Anda menggunakan Pocket WiFi atau eSIM yang memiliki jangkauan luas (seperti NTT Docomo) karena di gunung sinyal sering tidak stabil.
Uang Tunai Berbeda dengan Tokyo yang sudah cashless, toko di pedesaan Jepang masih sangat bergantung pada Cash (Yen).

6. Tabel Perbandingan: Wisata Populer vs Anti Mainstream

Wisata Populer Alternatif Anti Mainstream Mengapa Lebih Menarik?
Fushimi Inari (Kyoto) Motonosumi Inari (Yamaguchi) 123 gerbang torii merah menghadap langsung ke laut biru.
Arashiyama Bamboo (Kyoto) Hokokuji Temple (Kamakura) Hutan bambu yang lebih kecil namun sangat tenang dengan kedai teh hijau.
Mount Fuji (Kawaguchiko) Mount Aso (Kumamoto) Salah satu kaldera aktif terbesar di dunia dengan pemandangan hijau luas.
Tokyo Disneyland Ghibli Park (Nagoya) Fokus pada estetika film Ghibli yang lebih puitis dan detail.

7. FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah sulit menjangkau tempat anti mainstream tanpa menyewa mobil?

Beberapa tempat seperti Ginzan Onsen atau Takachiho Gorge memang lebih mudah dicapai dengan mobil. Namun, sistem bus di Jepang sangat teratur. Kuncinya adalah memeriksa jadwal bus terakhir agar tidak tertinggal, karena frekuensinya tidak sesering di kota besar.

2. Kapan waktu terbaik mengunjungi area pedesaan Jepang?

Musim gugur (November) dan Musim Semi (April) tetap menjadi juara. Namun, mengunjungi Tohoku di musim dingin (Januari-Februari) memberikan pengalaman salju yang sangat tebal dan magis yang tidak ditemukan di Tokyo.

3. Apakah makanan di pedesaan Jepang cocok untuk lidah orang Indonesia?

Sangat cocok! Pedesaan Jepang terkenal dengan bahan organik segar. Cobalah Soba (mie gandum) atau Sansai (sayuran gunung). Namun, bagi traveler muslim, pastikan untuk selalu mengecek kandungan bahan karena restoran halal di pedesaan masih sangat langka.


Kesimpulan: Berani Tampil Beda di Liburan Anda Berikutnya

Jepang adalah tentang detail. Jika Anda hanya mengunjungi kota-kota besar, Anda baru melihat satu sisi dari kepingan koin yang indah. Dengan mengunjungi tempat wisata jepang anti mainstream, Anda memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk bernapas lebih dalam, melihat bintang lebih jelas, dan memahami mengapa budaya Jepang sangat menghargai alam.

Jangan takut untuk “tersesat” sedikit lebih jauh dari jalur Shinkansen. Sering kali, kenangan paling berkesan bukanlah saat Anda berdiri di tengah kerumunan Shibuya, melainkan saat Anda menyeruput teh hijau di sebuah penginapan tua di tengah hutan yang sunyi.