Rincian Lengkap Biaya Liburan ke Jepang dari Indonesia (Update 2026): Jangan Sampai Boncos!
Jepang masih menjadi “destinasi impian sejuta umat” bagi wisatawan Indonesia. Namun, pertanyaan klasik yang selalu muncul adalah: “Sebenarnya, butuh uang berapa untuk bisa liburan tenang ke Jepang?”
Tahun 2026 membawa dinamika baru dalam perjalanan internasional. Meskipun nilai tukar Yen (JPY) cenderung stabil dan menguntungkan bagi pemegang Rupiah (IDR), kenaikan biaya operasional penerbangan dan penyesuaian harga tiket atraksi wisata tetap perlu diwaspadai.
Artikel ini bukan sekadar tebak-tebakan angka. Kami membedah struktur biaya liburan ke Jepang dari Indonesia secara mendetail—mulai dari persiapan dokumen di Jakarta hingga biaya jajan di vending machine Tokyo. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda menyusun anggaran yang realistis, entah Anda seorang backpacker nekat atau pelancong koper yang mencari kenyamanan.
1. Biaya Pra-Keberangkatan: Dokumen & Tiket Pesawat
Langkah pertama dalam menyusun anggaran adalah komponen “wajib bayar” sebelum kaki Anda menyentuh tanah Sakura.
Paspor & Visa Jepang
Aturan imigrasi Jepang untuk WNI cukup fleksibel, terutama bagi pemegang E-Paspor.
-
E-Paspor (Visa Waiver): Biaya registrasi Gratis (hanya biaya admin kecil jika via travel agent, atau gratis total jika urus sendiri di VFS/Kedubes). Berlaku 15 hari.
-
Paspor Biasa (Visa Turis Single Entry): Biaya sekitar Rp 400.000 – Rp 600.000 (termasuk biaya proses VFS Global).
-
Pembuatan E-Paspor Baru: Jika belum punya, biayanya sekitar Rp 650.000 (via M-Paspor).
Tiket Pesawat Jakarta (CGK) – Tokyo (NRT/HND)
Harga tiket sangat fluktuatif dan bergantung pada musim (Low Season vs. High Season/Sakura/Year End).
-
Low Cost Carrier (AirAsia, Scoot, VietJet, Cebu Pacific):
-
Range Harga: Rp 5.500.000 – Rp 7.500.000 (PP).
-
Catatan: Seringkali harga ini belum termasuk bagasi dan makan. Wajib transit (KL, Singapura, atau Manila).
-
-
Full Service (ANA, JAL, Garuda Indonesia, Singapore Airlines):
-
Range Harga: Rp 9.000.000 – Rp 14.000.000 (PP).
-
Catatan: Sudah termasuk bagasi 23kg x 2 (biasanya), makan, dan in-flight entertainment.
-
Tips Hemat 2026: Pantau Travel Fair besar di Jakarta (biasanya Februari/Maret dan Agustus/September). Maskapai sering memberikan diskon “Early Bird” untuk keberangkatan 6-11 bulan ke depan.
Asuransi Perjalanan & Koneksi Internet
Jangan remehkan dua hal ini. Biaya medis di Jepang sangat mahal.
-
Asuransi Perjalanan: Rp 350.000 – Rp 500.000 (cover 7-10 hari).
-
Internet (eSIM/Roaming): Rp 150.000 – Rp 300.000 untuk kuota 7-10GB. eSIM lebih murah dan praktis dibanding sewa Pocket WiFi yang harus deposit dan charge ulang.

2. Akomodasi: Tempat Istirahat Tanpa Kuras Kantong
Biaya penginapan di Jepang dihitung per orang atau per kamar, tergantung jenis akomodasi. Di tahun 2026, “Pajak Akomodasi” (Accommodation Tax) sudah berlaku di banyak kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto (biasanya 100-200 Yen per malam).
-
Capsule Hotel / Hostel:
-
Cocok untuk solo traveler.
-
Harga: Rp 350.000 – Rp 600.000 per malam.
-
-
Business Hotel (APA, Toyoko Inn, Sotetsu Fresa):
-
Kamar kecil tapi privat lengkap dengan kamar mandi dalam.
-
Harga: Rp 900.000 – Rp 1.500.000 per malam (untuk 2 orang).
-
-
Airbnb / Apartemen:
-
Cocok untuk grup 4-6 orang. Bisa masak (hemat biaya makan).
-
Harga: Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000 per unit per malam.
-
3. Transportasi Lokal: Kereta, Bus, dan Shinkansen
Ini adalah “jebakan” biaya terbesar bagi pemula. Sistem transportasi Jepang sangat efisien tapi biayanya terakumulasi dengan cepat.
Apakah JR Pass Masih Worth It di 2026?
Sejak kenaikan harga drastis di akhir 2023, JR Pass Nasional 7 Hari (sekitar Rp 5.000.000++) TIDAK LAGI DISARANKAN jika rute Anda hanya Tokyo-Kyoto-Osaka (PP).
-
Solusi Hemat: Beli tiket ketengan (point-to-point) atau gunakan Regional Pass (misal: JR Tokyo Wide Pass atau Kansai Thru Pass).
-
Biaya Transportasi Harian (Dalam Kota):
-
Subway/Metro/Bus: Sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000 per hari.
-
Gunakan IC Card (Suica/Pasmo) di HP (Apple Pay/Google Wallet) agar praktis.
-
Transportasi Antar Kota (Tokyo ke Osaka/Kyoto)
-
Shinkansen (Nozomi): ~Rp 2.200.000 (sekali jalan). Cepat (2,5 jam) tapi mahal.
-
Bus Malam (Willer Express): ~Rp 500.000 – Rp 900.000 (sekali jalan). Hemat biaya penginapan 1 malam.

4. Konsumsi: Makan Enak vs Makan Hemat
Jepang adalah surga kuliner. Anda bisa makan murah meriah atau foya-foya. Berikut estimasi harga tahun 2026 (kurs asumsi 1 JPY = Rp 105 – Rp 110):
-
Sarapan (Konbini – 7Eleven/Lawson): Onigiri + Kopi/Teh.
-
Biaya: 400 – 600 Yen (Rp 45.000 – Rp 65.000).
-
-
Makan Siang (Fast Food Jepang – Yoshinoya/Matsuya/Sukiya): Gyudon/Curry.
-
Biaya: 600 – 900 Yen (Rp 65.000 – Rp 100.000).
-
-
Makan Malam (Restoran/Ramen/Izakaya):
-
Biaya: 1.000 – 2.500 Yen (Rp 110.000 – Rp 275.000).
-
-
Air Minum: Air keran di Jepang aman diminum (Gratis). Hemat botol minum!
Total Budget Makan Aman: Siapkan Rp 400.000 – Rp 500.000 per hari agar tidak sengsara.

5. Tiket Atraksi Wisata & Oleh-oleh
Jangan lupa menganggarkan tiket masuk, karena tempat wisata populer di Jepang jarang yang gratis.
-
Tokyo Disneyland / DisneySea: ~Rp 1.100.000 – Rp 1.400.000.
-
Universal Studios Japan (USJ): ~Rp 1.000.000 – Rp 1.300.000 (Belum termasuk Express Pass yang mahal).
-
Shibuya Sky / Tokyo Skytree: ~Rp 250.000 – Rp 350.000.
-
TeamLab Planets/Borderles: ~Rp 400.000.
Oleh-oleh: Snack seperti Tokyo Banana, KitKat, atau kosmetik di Don Quijote bisa menghabiskan Rp 1.000.000 – Rp 3.000.000 dengan cepat. Manfaatkan Tax Free (bebas pajak 10%) untuk belanja di atas 5.000 Yen (sekitar Rp 550.000).
Tabel Simulasi Total Biaya Liburan ke Jepang 2026 (7 Hari 6 Malam)
Berikut adalah rekapitulasi estimasi biaya per orang untuk gaya perjalanan Budget/Backpacker vs Koper/Comfort.
| Komponen Biaya | Gaya Backpacker (Hemat) | Gaya Koper (Nyaman) |
| Tiket Pesawat (PP) | Rp 6.000.000 (LCC Promo) | Rp 11.000.000 (Full Service) |
| Akomodasi (6 Malam) | Rp 2.400.000 (Hostel) | Rp 6.000.000 (Hotel *3) |
| Transportasi Lokal | Rp 1.000.000 (Subway/Jalan Kaki) | Rp 2.000.000 (Taxi/Sering Pindah) |
| Makan & Minum | Rp 2.100.000 (Konbini/Matsuya) | Rp 4.200.000 (Resto/Cafe) |
| Atraksi Wisata | Rp 500.000 (Wisata Gratis/Taman) | Rp 2.500.000 (Disney/USJ) |
| Internet & Asuransi | Rp 400.000 | Rp 600.000 |
| Visa (E-Paspor) | Rp 0 (Gratis) | Rp 0 (Gratis) |
| Dana Cadangan | Rp 1.000.000 | Rp 3.000.000 |
| TOTAL ESTIMASI | Rp 13.400.000 | Rp 29.300.000 |
Catatan: Belum termasuk biaya belanja pribadi/oleh-oleh dan tiket Shinkansen antarkota jika pindah region (misal Tokyo ke Osaka).
Tips “Hack” Menghemat Biaya Liburan ke Jepang
Agar budget tidak bengkak, terapkan strategi insightful berikut:
-
Hindari Musim Sakura & Golden Week: Harga tiket dan hotel bisa naik 2-3 kali lipat di akhir Maret/awal April dan minggu pertama Mei. Pilih Pertengahan Januari, Februari (musim dingin), atau Juni.
-
Makan Malam di Supermarket: Di atas jam 8 malam, supermarket besar (seperti Life, Summit, Aeon) memberikan diskon 20% hingga 50% untuk makanan siap saji (bento/sushi). Rasanya tetap enak!
-
Manfaatkan “Tourism Pass”: Selain JR Pass, ada Tokyo Subway Ticket (24/48/72 jam) yang jauh lebih murah untuk keliling Tokyo dibanding bayar ketengan.
-
Bawa Uang Tunai (Yen): Meskipun cashless makin umum, banyak kedai ramen otentik via mesin tiket (vending ticket) hanya menerima uang tunai. Jangan andalkan kartu kredit 100%.
-
Isi Visit Japan Web Lebih Awal: Percepat proses imigrasi dan bea cukai dengan mengisi data di Visit Japan Web sebelum berangkat. Ini gratis dan menghemat waktu antrean.
FAQ: Pertanyaan Populer Wisatawan Indonesia
Q: Berapa uang saku tunai yang ideal dibawa untuk 1 minggu?
A: Untuk aman, bawalah sekitar 50.000 – 70.000 Yen (Rp 5,5 – 7,5 Juta) dalam bentuk tunai per orang. Sisanya bisa menggunakan kartu debit jenius/kredit/QRIS (di beberapa merchant besar).
Q: Apakah anak kecil bayar tiket kereta full?
A: Anak usia 0-5 tahun biasanya gratis. Usia 6-11 tahun bayar setengah harga (tiket anak). 12 tahun ke atas bayar full dewasa.
Q: Lebih murah beli tiket wisata online atau on-the-spot?
A: Hampir selalu lebih murah dan aman beli Online (via Klook/Traveloka/Website Resmi). Tiket Disney dan USJ sering sold out jika beli dadakan.
Kesimpulan
Menghitung biaya liburan ke Jepang dari Indonesia di tahun 2026 sebenarnya tidak menakutkan jika Anda tahu pos-pos pengeluaran utamanya. Dengan budget mulai dari Rp 13-15 Juta, Anda sudah bisa menikmati keindahan Negeri Sakura selama seminggu dengan gaya backpacker. Namun, jika Anda menginginkan kenyamanan dan pengalaman taman hiburan lengkap, siapkan dana di kisaran Rp 25-30 Juta.
Kunci utamanya adalah perencanaan. Tiket pesawat dan hotel yang dipesan 3-6 bulan sebelumnya adalah rahasia terbesar penghematan biaya.
Sudah siap berburu tiket murah ke Jepang? Mulailah menabung dari sekarang dan pastikan paspor Anda masih berlaku minimal 6 bulan sebelum keberangkatan!