Cara Naik Shinkansen untuk Turis

Cara Naik Shinkansen untuk Turis

Cara Naik Shinkansen untuk Turis: Panduan Lengkap dari Beli Tiket hingga Tiba di Tujuan

Menaiki Shinkansen atau kereta peluru adalah salah satu pengalaman yang wajib dirasakan setidaknya sekali seumur hidup saat berlibur ke Jepang. Dengan kecepatan mencapai 320 km/jam, ketepatan waktu yang nyaris sempurna (rata-rata keterlambatan kurang dari 1 menit per tahun), dan kenyamanan setara pesawat terbang, Shinkansen adalah tulang punggung transportasi antar kota di Negeri Sakura.

Namun, bagi turis Indonesia yang pertama kali datang, sistem Shinkansen bisa terasa mengintimidasi. Stasiun yang sangat luas, jenis kereta yang beragam, hingga tata cara membeli tiket yang berbeda dengan kereta api di Indonesia sering kali memicu kebingungan.

Artikel ini akan mengupas tuntas cara naik shinkansen untuk turis, mulai dari tahap persiapan, proses di stasiun, hingga etika di dalam gerbong agar perjalanan Anda lancar dan bebas stres.


1. Memahami Jenis Kursi dan Kelas di Shinkansen

Sebelum membeli tiket, Anda harus memahami bahwa Shinkansen menawarkan beberapa opsi kelas dan sistem tempat duduk.

Jenis Kursi: Reserved vs. Non-Reserved

  • Reserved Seat (Seki-shite): Kursi yang sudah dipesan. Anda memiliki nomor gerbong dan nomor kursi yang pasti. Sangat disarankan jika Anda bepergian saat peak season atau membawa keluarga.

  • Non-Reserved Seat (Jiyu-seki): Anda bebas duduk di mana saja di gerbong khusus (biasanya gerbong 1-3). Harganya lebih murah sekitar ¥500 – ¥1.000, namun ada risiko tidak mendapatkan kursi jika kereta penuh.

Kelas Gerbong

  • Ordinary Car: Kelas ekonomi dengan formasi kursi 3-2. Sangat nyaman dengan ruang kaki yang jauh lebih luas daripada kelas ekonomi pesawat.

  • Green Car: Kelas bisnis dengan formasi 2-2. Kursi lebih lebar, bisa direbahkan lebih jauh, memiliki sandaran kaki, dan suasana gerbong yang jauh lebih tenang.

  • Gran Class: Tersedia pada rute tertentu (seperti rute menuju Hokkaido atau Kanazawa). Ini adalah kelas first class dengan pelayanan pramugara dan hidangan makan eksklusif.


2. Cara Membeli Tiket Shinkansen untuk Turis IndonesiaAkita Shinkansen Timetable - Snow Monkey Resorts

Ada tiga cara utama yang bisa Anda pilih untuk mendapatkan tiket:

A. Melalui Mesin Tiket Otomatis (Ticket Vending Machine)

Mesin ini tersedia di seluruh stasiun besar JR.

  1. Pilih opsi bahasa English.

  2. Pilih “Shinkansen” dan tentukan rute asal serta tujuan.

  3. Pilih tanggal dan waktu keberangkatan.

  4. Pilih jenis kursi (Reserved/Non-Reserved).

  5. Masukkan uang tunai atau kartu kredit (pastikan kartu kredit Anda sudah memiliki fitur PIN).

  6. Mesin akan mengeluarkan kartu kecil. Kadang Anda akan mendapatkan dua tiket: Base Fare (tarif dasar) dan Super Express Surcharge (tarif kecepatan). Masukkan keduanya sekaligus ke lubang mesin gerbang.

B. Melalui Loket Tiket (Midori no Madoguchi)

Jika Anda merasa kesulitan menggunakan mesin, datanglah ke loket dengan ikon orang duduk di kursi hijau.

  • Tips: Tuliskan destinasi, jam, dan jumlah orang di kertas atau tunjukkan melalui Google Maps kepada petugas untuk mempercepat proses. Petugas di stasiun besar biasanya mahir berbahasa Inggris dasar.

C. Melalui Aplikasi/Online (Smart EX)

Aplikasi Smart EX kini sudah bisa diakses di Indonesia. Anda bisa membeli tiket lewat ponsel dan mendaftarkan kartu IC (seperti Suica atau Pasmo) sebagai pengganti tiket fisik. Ini adalah cara paling praktis dan sering menawarkan diskon early bird.


3. Langkah-Langkah di Stasiun: Menuju Peron Shinkansen

Cara Naik Shinkansen Pengalaman Wajib Sebelum ke Jepang

Setelah tiket di tangan, inilah prosedur yang harus Anda lalui agar tidak tersesat:

1. Melewati Gate Shinkansen

Cari gerbang khusus bertuliskan “Shinkansen”. Jika Anda menggunakan tiket fisik, masukkan tiket ke dalam lubang mesin di gerbang. Tiket akan muncul kembali di ujung gerbang; JANGAN LUPA AMBIL LAGI. Tiket ini diperlukan untuk keluar di stasiun tujuan.

2. Membaca Papan Informasi

Cari nomor kereta Anda (misal: Nozomi 233) pada layar monitor besar. Perhatikan nomor peron (Track Number). Di Jepang, kereta Shinkansen sangat tepat waktu, bahkan berangkat tepat di detiknya. Pastikan Anda sudah berada di peron 10-15 menit sebelum keberangkatan.

3. Antre di Posisi yang Benar

Di lantai peron, terdapat tanda nomor gerbong (Car Number). Antreilah di jalur yang sesuai dengan nomor gerbong di tiket Anda. Jika Anda memegang tiket Non-Reserved, carilah tanda antrean khusus untuk gerbong non-reservasi.


4. Aturan Penting: Bagasi Besar (Oversized Baggage)

Sejak 2020, JR menetapkan aturan ketat untuk koper besar di rute Tokaido, Sanyo, dan Kyushu (jalur populer Tokyo-Kyoto-Osaka-Fukuoka).

  • Ukuran: Koper dengan total dimensi (panjang + lebar + tinggi) antara 161 cm – 250 cm wajib dipesan bersamaan dengan kursi khusus bagasi (Seat with Oversized Baggage Area).

  • Biaya: Jika Anda memesan kursi ini, layanan bagasi adalah Gratis. Namun, jika Anda membawa koper besar tanpa reservasi, Anda akan dikenakan denda sebesar ¥1.000 dan koper akan dipindah oleh petugas ke area tertentu.

  • Koper Kecil/Medium: Bisa diletakkan di rak atas kursi tanpa perlu reservasi khusus.


5. Tips dan Etika Selama di Dalam Shinkansen

Agar tidak dianggap sebagai turis yang kurang sopan, perhatikan etika berikut:

  • Kebersihan: Jangan meninggalkan sampah. Di ujung gerbong (dekat pintu keluar) tersedia tempat sampah terpilah.

  • Suara: Atur ponsel dalam mode silent. Jika harus menerima telepon, pergilah ke area dek (ruang antar gerbong). Gunakan earphone jika ingin menonton video.

  • Kuliner (Ekiben): Berbeda dengan kereta lokal biasa, makan dan minum sangat diperbolehkan di Shinkansen. Cobalah membeli Ekiben (bento khusus stasiun) sebelum naik kereta untuk pengalaman otentik.

  • Reclining Seat: Sebelum merebahkan kursi, menolehlah ke belakang dan mintalah izin singkat (ucapkan: “Sumimasen”) kepada penumpang di belakang Anda sebagai bentuk kesopanan.


6. Mengenal Jenis Kereta: Nozomi, Hikari, dan Kodama

Pada rute Tokaido Shinkansen (Tokyo-Osaka), terdapat tiga jenis layanan utama:

Jenis Kereta Kecepatan & Pemberhentian Cocok Untuk
Nozomi Paling cepat, hanya berhenti di kota-kota besar. Traveler yang ingin cepat sampai (2 jam 30 menit Tokyo-Osaka).
Hikari Cepat, tapi berhenti di lebih banyak stasiun. Pemegang JR Pass (Nozomi membutuhkan biaya tambahan).
Kodama Paling lambat, berhenti di setiap stasiun. Traveler dengan budget terbatas (sering ada paket diskon Platt Kodama).

7. FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah tiket Shinkansen bisa hangus jika saya ketinggalan kereta? Jika Anda memegang tiket Reserved Seat dan ketinggalan kereta, tiket tersebut tidak sepenuhnya hangus. Anda diperbolehkan naik kereta berikutnya di hari yang sama, namun Anda hanya bisa duduk di gerbong Non-Reserved.

2. Bisakah saya membeli tiket Shinkansen langsung di hari keberangkatan (Go-show)? Sangat bisa. Shinkansen beroperasi seperti bus kota dengan frekuensi tinggi. Namun, untuk musim liburan seperti Sakura (Maret-April) atau Golden Week, sangat disarankan memesan minimal 3 hari sebelumnya.

3. Apakah ada WiFi dan tempat pengisian daya di dalam Shinkansen? Hampir seluruh kereta Shinkansen model terbaru (seperti seri N700S) memiliki WiFi gratis dan colokan listrik di setiap kursi atau sandaran tangan.


Kesimpulan

Cara naik Shinkansen untuk turis sebenarnya sangat logis dan sistematis jika Anda memahami langkah-langkah dasarnya. Kuncinya adalah tidak terburu-buru, membaca tanda petunjuk di stasiun yang tersedia dalam bahasa Inggris, dan selalu menyimpan tiket fisik Anda hingga keluar dari stasiun tujuan. Menjelajahi Jepang dengan kereta peluru bukan hanya soal transportasi, tapi juga soal kenyamanan dan efisiensi waktu.